perlengkapan dapur
Showing posts with label Artikel Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Artikel Kesehatan. Show all posts

Thursday, November 7, 2013

REMATIK (OSTEOARTRITIS) PADA LANSIA

REMATIK (OSTEOARTRITIS) PADA LANSIA

Rematik (Osteoertrirs) Pada Lansia lengkap

Osteoartritis atau rematik adalah penyakit sendi degeneratif dimana terjadi kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dnegan usia lanjut, terutama pada sendi-sendi tangan dan sendi besar yang menanggung beban Secara klinis osteoartritis ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi dan hambatangerak pada sendi-sendi tangan dan sendi besar. Seringkali berhubungan dengan trauma maupun mikrotrauma yang berulang-ulang, obesitas, stress oleh beban tubuh dan penyakit-penyakit sendi lainnya.

 Rematik (Osteoertrirs) Pada Lansia

Penyebab (etiologi) Etiologi penyakit ini tidak diketahui secara pasti. Namun ada beberapa faktor resiko yang diketahui berhubungan dengan penyakit ini, antara lain;
1. Usia lebih dari 40 tahun Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah yang terkuat. Akan tetapi perlu diingat bahwa osteoartritis bukan akibat penuaan saja. Perubahan tulang rawan sendi pada penuaan berbeda dengan eprubahan pada osteoartritis.
2. Jenis kelamin wanita lebih sering Wanita lebih sering terkena osteosrtritis lutut dan sendi. Sedangkan laki-laki lebih sering terkena osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. Secara keseluruhan, dibawah 45 tahun, frekuensi psteoartritis kurang lebih sama antara pada laki-laki dan wanita, tetapi diats usia 50 tahunh (setelah menopause) frekuensi osteoartritis lebih banyak pada wanita daripada pria. Hal ini menunjukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.
3. Suku bangsa Nampak perbedaan prevalensi osteoartritis pada masingn-masing suku bangsa. Hal ini mungkin berkaitan dnegan perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan tulang.
4. Genetik
5. Kegemukan dan penyakit metabolik Berat badan yang berlebih, nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk timbulnya osteoartritis, baik pada wanita maupun pria. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan oateoartritis pada sendi yang menanggung beban berlebihan, tapi juga dnegan osteoartritis sendi lain (tangan atau sternoklavikula). Olehkarena itu disamping faktor mekanis yang berperan (karena meningkatnya beban mekanis), diduga terdapat faktor lain (metabolit) yang berpperan pada timbulnya kaitan tersebut.
6. Cedera sendi, pekerjaan dan olahraga Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus menerus berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. Olahraga yang sering menimbulkan cedera sendi yang berkaitan dengan resiko osteoartritis yang lebih tinggi.
7. Kelainan pertumbuhan Kelainan kongenital dan pertumbuhan paha telah dikaitkan dengan timbulnya oateoartritis paha pada usia muda.

 Rematik (Osteoertrirs)

Kepadatan tulang Tingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko timbulnya osteoartritis. Hal ini mungkin timbul karena tulang yang lebih padat (keras) tidak membantu mengurangi benturan beban yang diterima oleh tulang rawan sendi. Akibatnya tulang rawan sendi menjadi lebih mudah robek.
Sumber:google
 4.5

Wednesday, November 6, 2013

Penyakit Asam Urat

 Penyakit Asam Urat

 Penyakit Asam Urat Lengkap

"Asam urat itu disebabkan kandungan asam urat di dalam darah tinggi. gout itu serangan asam urat yang parah sampai penderita benar² kesakitan. kalo rematik itu sakit di tulangnya. Asam urat adalah hasil metabolisme tubuh oleh salah satu unsur protein, zat puri dan ginjal adalah organ yang mengatur kestabilan kadarnya dalam tubuh dan akan membawa sisa asam urat ke pembuangan air seni. Namun jika kadar asam urat itu berlebihan, ginjal tidak akan sanggup mengaturnya sehingga kelebihan itu akan menumpuk pada jaringan dan sendi. Otomatis, ginjal juga akan mengalami gangguan. Kandungan asam urat yang tinggi menyebakan nyeri dan sakit dipersedian yang amat sangat, jika sudah sangat parah, penderita bisa tidak bisa jalan.

  Penyakit Asam Urat

Obat Traditional Asam Urat : -Sirsak dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari -Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas, diminum pagi dan sore -labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari. -Pengobatan H. Malik di Pamulang, makan jamu²an... -Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hanagt -/ 50 cc dan diminum selama 1 minggu pagi bangun tidur dan kalo' mau tidur malam -kentang mentah dan apel malang di juice

Asam Urat

Obat dari Ibu Winarto di Karya sari di 846 6766.. obat²an dari tumbuh²an Makanan yang harus dihindari atau dikurangi jumlahnya : -minuman fermentasi dan mengandung alkohol seperti bir, wiski, anggur, tape, dan tuak. -Juga jangan sentuh sama sekali yang namanya makanan laut udang, remis, tiram, kepiting, -berbagai jenis makanan kaleng seperti sarden,kornet sapi -Berbagai jeroan seperti hati, ginjal, jantung, otak, paru, limpa, usus, -buah-buahan tertentu seperti durian, alpokat dan es kelapa. Sedangkan makanan yang harus Anda kurangi asupannya dalam arti dalam porsi sedikit masih bisa Anda makan, yaitu : - ikan, daging kambing, daging ayam, daging sapi, - tempe, emping, kacang, oncom, - beberapa jenis sayuran tertentu seperti brokoli, bayam, kangkung, kol dan tauge. "Aku pernah baca kalo Asam urat itu bisa disembuhkan dengan memakan buah Sirsak, bisa dijus atau dimakan langung "
 Sumber : ibu-ibu DT

4.5

Friday, November 1, 2013

TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION

TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION

 

 Sejarah munculnya TENS berawal dari laporan Scribonius Largus tentang stimulasi listrik untuk mengontrol nyeri yang digunakan di Yunani kuno, 63 M. Hal ini dilaporkan oleh Scribonius Largus yang sakit dan merasa lega setelah berdiri pada ikan listrik di tepi pantai. Pada 16 sampai abad ke-18 berbagai perangkat elektrostatik digunakan untuk sakit kepala dan nyeri. Benjamin Franklin adalah pendukung metode ini untuk menghilangkan rasa sakit. Pada abad kesembilan belas perangkat yang disebut electreat, bersama dengan perangkat lain yang banyak digunakan untuk mengendalikan nyeri dan penyembuhan kanker. Electreat digunakan hanya sampai pada ke abad kedua puluh karena tidak portabel dan memiliki kontrol terbatas dari stimulus tersebut. Pengembangan dari semua stimulasi listrik tersebut memberi ide dibentuknya TENS yang akhirnya dipakai dan telah dipatenkan di Amerika Serikat pada tahun 1974.

Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) adalah penggunaan arus listrik yang dihasilkan oleh perangkat untuk merangsang saraf untuk mengurangi rasa sakit. Unit ini biasanya dilengkapi dengan elektroda untuk menyalurkan arus listrik yang akan merangsang saraf pada daerah yang mengalami nyeri. Rasa geli sangat terasa dibawah kulit dan otot yang diaplikasikan elektroda tersebut. Sinyal dari TENS ini berfungsi untuk mengganggu sinyal nyeri yang mempengaruhi saraf-saraf dan memutus sinyal nyeri tersebut sehingga pasien merasakan nyerinya berkurang. Namun teori lain mengatakan bahwa stimulasi listrik saraf dapat membantu tubuh untuk memproduksi obat penghilang rasa sakit alami yang disebut endorfin, yang dapat menghalangi persepsi nyeri.
Sumber :Hadijah Putra Djaya




4.5

Tuesday, January 10, 2012

Cara Refleksi Kaki


Sudahkah anda tahu bagaimana cara untuk memijat kaki melalui refleksi? Kalau kita perhatikan banyak orang-orang dulu bisa terjaga kesehatannya walaupun dalam kondisi keluarga yang serba tidak mencukupi atau kita juga bisa menyaksikan orang tua di Jepang atau Korea bisa terlihat sehat walaupun umurnya lebih dari 80 tahun. Apa rahasianya ?...back to nature, mereka selalu mengkonsumsi bahan-bahan yang langsung dari alam, mereka sengaja menyisakan sedikit lahan di rumahnya guna menanam bahan-bahan makanan yang mereka perlukan sehari-hari. Sebagai contoh kimchi, makanan khas Korea ini menurut riset memiliki banyak manfaatnya untuk tubuh kita salah satunya untuk melancarkan peredaran darah. Mereka mengambil bahannya langsung dari perkarangan mereka. Tidak hanya itu, mereka juga mempunyai kebiasan tidak memakai alas kaki sewaktu bepergian.

Sunday, January 8, 2012

Mengusir Nyamuk Dengan Cara Alami



Banyak sekali obat pengusir nyamuk yang di jual di pasaran, swalayan bahkan ke toko - toko pun ada. Setiap malam kita menggunakan obat penyemprot yang kita kenal dan istilah terpopulernya di masyarakat adalah obat nyamuk. Pernah tidak anda membacanya sebelum menggunakan sesuatu atau mencari tahu dulu apa yang kita gunakan, ya jangan dari khasiatnya saja tapi dari dampak degatifnya. Disebutkan oleh situs Intent, beberapa riset menunjukkan bahwa kandungan DEET (diethyl-meta-toluamide) pada obat penyemprot terkait dengan kerusakan pada otak. Nah loh ternyata yang selalu kita gunakan setiap malam dapat merusak otak, lebih sayang pada otak anda atau sayang sama nyamuk yang di kasih obat terus setiap malamnya ? he...

Nah gan, dengan sekilas juga sudah kita ketahui bahwa yang namanya obat - obatan terbuat dari bahan kimia hanya saja berbeda beda dari dosis dan yang dicampurkannya. Semakin banyak yang kita konsumsi maka semakin banyak juga penyakit kelaknya yang akan kita derita (komplikasi).

Coba perhatikan gan, orang - orang zaman dahulu selalu sehat dan umurnya juga sampai ada yang lebih dari 100 tahun hidupnya, ya jelaslah soalnya mereka semua yang digunakannya dari alam jadi tidak gampang sakit sedangkan kita dari bahan kimia buktinya umuran 20 kebawah juga banyak yang menderita penyakit yang seharusnya tidak dideritanya atau bisa di bilang belum saatnya.

Kali ini abi memberikan sedikit tips untuk kita supaya kembali ke alam dengan tujuan tidak supaya mengurangi sedikitnya penyakit yang serius atau mencegah dari penyakit yang tidak di inginkan.

Hati - Hati Gejala Masuk Angin

Rasa kembung di perut, tubuh yang meriang, kepala pusing, serta keluarnya keringat dingin, kerap dianggap enteng oleh banyak orang bahkan abi juga terkadang suka menganggap remeh masalah seperti ini. Padahal, kita perlu segera mengatasinya sejak awal, agar tidak berkepanjangan. Sebab, kumpulan gejala di atas, yang sering kita sebut "masuk angin" ini, bisa menjadi "pintu masuk" untuk beragam jenis gangguan kesehatan lainnya, seperti:

Kelelahan tubuh. Stamina yang turun karena waktu tidur yang minim dan kurang beristirahat bisa membuat tubuh jadi terasa tidak enak. Kelelahan berlebihan yang tidak diantisipasi bisa mengakibatkan penyakit yang lebih serius. Karenanya, lebih baik kita segera pulihkan stamina dengan beristirahat atau dengan bantuan bahan-bahan herbal alami.

7 Tips Menghilangkan Stres


Banyak hal yang dapat membuat kita stres, dimulai dari bangun tidur sampai dengan kita tertidur lagi. Menumpuknya sebuah pekerjaan yang belum di selesaikan adalah salah satunya hal yang dapat membuat kita stres, mendengar jeritan anak teangga yang terus terusan juga bisa juga di buat kita stres, gmna gak stres coba di saat sakit eh anak tetangga malah nangis terus ya kita jadi gak bisa istirahat deh :)

Nah disini abi ada beberapa tips untuk dapat mengilangkan stres yang kita rasakan.

Friday, December 30, 2011

Cara Menguruskan Badan Dengan Makan

Ternyata sinyal rasa lapar memiliki tingkatan, mulai dari sangat lapar, lapar, hingga agak lapar. Ini semua dijadikan tolok ukur untuk mengendalikan nafsu makan yang berlebih. Tetapi jika kita masih kesulitan membedakan rasa lapar, jangan kuatir, gunakan penunjuk waktu sebagai ukuran.

Para ahli kesehatan mengatakan, biasanya lambung akan kosong 4 jam setelah waktu makan kita terakhir. Itu artinya, kita dihalalkan untuk menyantap makanan setiap 4 jam sekali. Metode ini bahkan aman untuk diterapkan pada kita yang tengah berdiet.

Jika kita menunggu sampai perut benar-benar kosong, kita akan semakin terdorong untuk melahap semua makanan yang tersaji di depan mata, demikian menurut dr Pauline Endang, MS, SpGK, kepala instansi gizi RSU Fatmawati. Tidak hanya itu, saat perut benar-benar kosong, kita menjadi tidak selektif dalam memilih jenis makanan.

Penelitian di Inggris juga membuktikan, jumlah pekerja yang masih ingin mengunyah camilan tidak sehat selepas makan siang, cenderung menurun. Ini dibandingkan dengan jumlah pekerja yang terdorong ngemil di sore hari. “Pola makan setiap 4 jam sekali dapat menjaga kestabilan kadar gula darah, sekaligus mencegah keinginan makan terlalu banyak,” ungkap Kate Geagan, RD, ahli diet dari Amerika Serikat.

Maka dari sekarang, setiap kali lapar menyerang sebelum jadwal makan malam tiba, siapkan camilan sehat. Dengan demikian kita bisa menahan rasa lapar sampai jam makan tiba. Pilih segenggam kacang tanpa garam dan sepiring buah-buahan.

Dua jenis makanan itu kaya serat dan air sehingga perut tetap kenyang dengan jumlah kalori yang tidak banyak. Tetapi ingat, janganlah menyimpan camilan yang terbuat dari keju atau buah-buahan kering di laci meja kerja atau di dalam tas. Pastikan camilan yang kita simpan pada laci meja adalah makanan yang jenisnya padat.

Wednesday, December 28, 2011

Stimulasi Nyeri

Seseorang dapat menoleransi, menahan nyeri (pain tolerance), atau dapat mengenali jumlah stimulasi nyeri sebelum merasakan nyeri (pain threshold). Terdapat beberapa jenis stimulus nyeri, di antaranya:
  1. Trauma pada jaringan tubuh. Misalnya karena bedah, akibat terjadinya kerusakan jaringan dan iritasi secara langsung pada reseptor.
  2. Gangguan pada jaringan tubuh. Misalnya karena edema, akibat terjadinya penekanan pada reseptor nyeri.
  3. Tumor, dapat juga menekan reseptor nyeri.
  4. Iskemia pada jaringan. Misalnya terjadinya blokade pada arteria koronaria yang menstimulasi reseptor nyeri akibat tertumpuknya asam laknat.
  5. Spasme otot, dapat menstimulasi mekanik.
Teori Nyeri
Terdapat beberapa teori tentang terjadinya rangsangan nyeri, di antaranya:
  1. Teori Pemisahan (specificity theory). Menurut teori ini rangsangan sakit masuk ke medula spinalis (spinal cord) melalui kornu dorsalis yang bersinaps di daerah posterior. Kemudian naik ke tractus lissur dan menyilang di garis median ke sisi lainnya dan berakhir di korteks sensoris tempat rangsangan nyeri tersebut diteruskan.
  2. Teori pola (pattern theory). Rangsangan nyeri masuk melalui akar ganglion dorsal ke medula spinalis dan merangsang aktivitas sel T. hal ini mengakibatkan suatu respons yang merangsang ke bagian yang lebih tinggi, yaitu korteks serebri, serta kontraksi menimbulkan presepsi dan otot berkontraksi sehingga menimbulkan nyeri. Presepsi dipengaruhi oleh modalitas respon dari reaksi sel T.
  3. Teori pengendalian gerbang (gate control theory). Menurut teori ini nyeri bergantung dari kerja serat saraf besar dan kecil. Keduanya berada dalam akar ganglion dorsalis. Rangsangan pada serat besar akan meningkatkan aktivitas substansia gelatinosa yang mengakibatkan tertutupnya pintu mekanisme sehingga aktivitas sel T terhambat dan menyabakan hantaran rangsangan terhambat. Rangsangan serat besar dapat langsung merangsang ke korteks serebri. Hasil persepsi akan di kembalikan ke medulla spinalis melalui serat eferen dan reaksinya mempengaruhi aktivitas sel T. rangsangan pada serat kecil akan menghambat aktivitas substansia gelatinosa dan membuka ointu mekanisme, sehingga merangsang aktivitas sel T yang selanjutnya akan menghantarkan rangsangan nyeri.
  4. Teori transmisi dan inhibisi. Adanya stimulus pada nociceptor memulai transmisi impuls-impuls saraf, sehingga transmisi impuls nyeri menjadi efektif olehneurotransmiter yang spesifik. Kemudian, inhibisi impuls menjaqdi efektif ileh impuls-impuls pada serabat – serabut besar yang memblok impuls-impuls lamban dan endogen opiate sistem supresif.


Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri
Pengalaman nyeri pada seseorang dapat di pengaruhi oleh beberapa hal,diantaranya adalah:
  1. Arti Nyeri : Arti nyeri bagi individu memiliki banyak perbedaan dan hanpir sebagian arti nyeri tersebut merupakanarti yang negative,seperti membahayakan,merusak,dan lain-lain. Keadaaan ini di pengaruhi oleh berbagai faktor,seperti usia,jenis kelamin,latar belakang social cultural,lingkunngan,dan pengalaman.
  2. Persepsi Nyeri : Persepsi nyeri merupakan penilaian sangat subjektif,tempatnya pada korteks (pada fungsi evaluative secara kognitif).Persepsi ini dipengaruhi oleh faktor yang dapat memicu stimulasi nociceptor.
  3. Toleransi Nyeri : Toleransi ini erat hubungannnya dengan adanya intensitas nyeri yang dapatmempengaruhi seseorang menahan nyeri. Faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan toleransi nyeri antara lain alcohol,obat-obatan,hipnotis,gesekan atau garukan,pengalihan perhatian,kepercayaan yang kuat,dan lain-lain. Sedangkan fakor yang menurunkan toleransi antara lain kelelahan,rasa marah,bosan,cemas,nyeri yang tidak kunjung hilang,sakit,dan lain-lain.
  4. Reaksi Terhadap Nyeri : Reaksi terhadap nyeri merupakan bentuk respons seseorang terhadap nyeri,seperti ketakutan,gelisah,cemas,menangis,dan menjerit. Semua ini merupakan bentuk respon nyeri yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor,seperti:arti nyeri,tingkat persepsi nyeri,pengalaman masa lalu,nilai budaya , harapan sosial, kesehatan fisik dan mental, takut, cemas, usia, dan lain-lain.

Tuesday, December 6, 2011

Peredaran Darah Janin





Sirkulasi peredaran darah janin tidak sama dengan sirkulasi darah pada bayi dan anak . dalam rahim paru-paru tidak berfungsi ebagai alat pernafasan , pertukaran gas dilakukan oleh plasenta .
Darah mengalir dari plasenta ke janin melalui vena umbikalis yang terletak dalam tali pusat . jumlah darah yang mengalir melalui tali pusat sekitar 125ml/kg/bbn permenit atau sekitar 500ml permenit
Melalui vena umbicalis dn ductusvenocus darah mengalir kedalam vena cavainvarior,bercampur darah yang kembali dari bagian bawah tubuh masuk atrium kanan dimana aliran darah dari vena cavainterior lewat melalui foramen oval eke antrium kiri, kemudian ke ventrikal kiri melalui alkus aorta, darah di alirkan keseluruh tubuh. Drah yang mengandung karbondioksida dari tubuh bagian atas, memasuki ventrikel kanan melalui vena cava superior. Kemudian melalui arteri pulmonaris besar meninggalkan ventrikel kanan menuju aorta melewati duktus arteriosus. Daerah ini kembali ke plasenta melalui aorta, arteri iliaka interna dan arteri umbikalis untuk mengadakan pertukaran gas selanjutnya. Forramen ovale dan duktus arteriosus befungsi sebagai saluran atau jalan pintas yamh memungkinkan sebagian besar dari cardia output yang sudah terkombinasi kembali ke plasenta tanpa melalui paru-paru.



Penyakit dan Kelainan Alat Kandungan

Perineum

Walaupun bukan alat kelamin namun selalu terlibat dalam proses persalinan. Apabila perineum cukup lunak dan elastis maka mudah untuk lahir kepala. Biasanya perineum robek dan cukup sering terjadi ruptur perinei tingkat dua, kadang-kadang tingkat tiga. 
Perineum kaku menghambat persalian kala II yang meningkatkan risiko kematian janin, menyebabkan kerusakan jalan lahir yang luas dapat diatasi dengan episiotomi. Lebar perineum 4 cm dari komisura post ke anus akan tetapi kadang ada yang sempit dan adapula yang lebar.

Vulva dan Vagina
Kelainan bawaan
Atresia vulva dalam bentuk atresia himenalis yang menyebabkan hematokolpos, hematometra dan atresia vagina dapat menghalangi konsepsi. Kelainan vagina yang cukup sering dijumpai dalam kehamilan dan persalinan adalah septum vagina terutama vertika longitudinal.
Septum yang lengkap sangat jarang menyebabkan distosia karena separoh vagina yang harus dilewati oleh janin biasanya cukup melebar sewaktu kepala lahir. Akan tetapi septum yang tidak lengkap kadang kadang menghambat turunnya kepala.
Striktur vagina yang kongenital biasanya tidak menghalngi turunnya kepala, akan tetapi yang disebabkan oleh parut akibat perlukaan dapat menyebabkan distosia.


Varises 
wanita hamil sering mengeluh melebarnya pembuluh darah di tungkai, vagina, vulva dan wasir serta menghilang setelah anak lahir. Hal ini karena reaksi sistem vena terutama dinding pembuluh darah seperti otot-otot ditempat lain melemah akibat pengaruh hormon steroid.
Bahaya varises dalam kehamilan dan persalinan adalah bila pecah dapat berakibat fatal dan dapat pula terjadi emboli udara. Varises yang pecah harus dijahit baik dalam kehamilan maupun setelah lahir.

Edema 
Edema vulva sebagai bendungan lokal atau bagian dari edema umum pada malnutrisi atau preeklamsia. Pengobatan harus pada penyakit primernya. Edema dapat juga terjadi pada persalinan dengan dispoporsi sefalopelvik atau wanita mengejan terlampau lama.

Hematoma
Pembuluh darah pecah sehingga hematoma di jaringan ikat yang renggang di vulva, sekitar vagina atau ligamentum latum. Hematoma vulva dapat juga terjadi karena trauma misalanya jatuh terduduk pada tempat yang keras atau koitus yang kasar. Bila hematom kecil resorbsi sendiri, bila besar harus insisi dan bekuan darah dikeluarkan.

Peradangan
Peradangan vulva sering bersamaan dengan peradangan vagina dan dapat terjadi akibat infeksi spesifik.seperti sifilis, gonorea, trikomoniasis, kandidasis dan amebbiasis dan infeksi tidak spesifik seperti eksema, diabetes melitus,bartolinitis, abses, dan kista bartolini. 
Sifilis disebabkan oleh Troponema pallidum. Luka primer di vulva sering tidak disadari penderita dalam stadium 2 dijumpai kondilomata lata yaitu tonjolan kulit lebar-lebar dengan permukaan licin basah warna putih atau kelabu dan sangat infeksius wanita hamil fluor albus harus diperiksa kemungkinan lues disamping pemeriksaan gonorea, trikomoniasis dan kandiddiasis.
Gonorea dapat menyebabkan vulvovaginitis dalam kehamilan dengan keluhan fluor albus dan disuria. Bayi yang lahir dari ibu penderita gonorea dapat mengalami blenorea neonatorum.
Trikomoniasis vaginalis disebabkan oleh parasit golongan protozoa menimbulkan gejala fluor albus dan gatal. Pasangan pria dapat ditulari melalui persetubuhan dan sebaliknya ia dapat menulari pasangan wanita. Penularan dapat juga terjadi melalui handuk.
Metronidazole sejak lama merupakan obat yang ampuh baik vaginal maupun peroral. Karena trikhomonas vaginalis termasuk golongan protozoa seperti amoeba dan malaria maka dapat juga diobati dengan derivat kinin.
Kandidiasis disebabkan oleh jamur kandida albicans dengan keluhan utama gatal di vulva dan introitus vagina dengan atau tanpa disertai fluor albus. Diabetes dalam kehamilan merupakan faktor predisposisi terjadinya kandidiasis. Sejak dulu diobati dengan larutan gentian violet 1-2% sebaiknya setiap hari sekurang-kurangnya 2 kali seminggu. Sekarang dipakai fungisid myconazole dalam bentuk salap.
Amoebiasis infeksi vagina dengan entamoeba histolytica dengan keluhan keputihan, nyeri waktu coitus, pada pemeriksaan didapat ulkus-ulkus warna merah dan mudah bedarah. Terapi dengan suntikan emetin 30-45 mg/hr selama 5-6 hari bersama dengan terapi lokal obat anti amoeba 
Eksema mengganggu penderia karena gatal kadang-kadang vulva jadi basah. Alergi kulit menjadi lebih nyata dalam kehamilan dapat diobati anti histamin atau kortikosteroid.
Diabetes melitus dapat menyebabkan pruritus dalam kehamialn. Pruritus ini harus diobati penyakit primernya. Peradangan mendadak kista bartolini biasanya oleh gonokokus. Ada kalanya bartholinitis menjadi abses karena saluran kelenjar tertutup dan berlangsung proses pernanahan di dalam kelenjar dan harus disembuhkan sebelum persalinan. Kista kecil dan tidak menggangu dibiarkan saja dalam kehamilan dan baru diangkat kira-kira 3 bulan setelah persalinan.

Kondilomata akuminata
Merupakan pertumbuhan pada kulit atau selaput lendir yang menyerupai jegger ayam jago. Berlainan dengan kondiloma latum permukaan kasar papiler, tonjolan lebih tinggi, warnanya lebih gelap. Sebaiknya diobati sebelum bersalin. Banyak penulis menganjurkan eksisi dengan elektrocauter atau dengan tingtura podofillin. Kemungkinan residif selalu ada lebih lebih penyebab rangsangan tidak diberantas lebih dahulu atau penyakit primernya kambuh
.
Fistula
Fistula vesikovaginal atau fistula rectovaginal biasanya terjadi waktu bersalin baik sebagai tindakan operatif maupun akibat nekrosis tekanan. Tekanan lama antara kepala dan tulang panggul gangguan sirkulasi sehingga terjadi kematian jaringan lokal dalam 5-10 hr lepas dan terjadi lubang.
Akibatnya terjadi inkotinensia urin dan ikontinensia alvi. Fistula kecil yang tidak disertai infeksi dapat sembuh dangan sendirinya. Fistula yang sudah tertutup merupakan kontraindikasi pervaginam.

Kista vagina
Kista vagina berasal dari duktus Gartner atau duktus Muller. Letak lateral dalam vagina bagian proksimal, ditengah, distal dibawah orifisium uretra eksternum. Bila kecil dan tidak ada keluhan dibiarkan tapi bila besar dilakukan pembedahan. Marsupialisasi sebaiknya 3 bulan setelah lahir.

Uterus
Kelainan bawaan uterus
Secara embriologis uterus , vagina, servik dibentuk dari kedua duktus muller yang dalam pertumbuhan mudigah mengalami proses penyatuan. Kelaina bawaan dapat terjadi akibat gangguan dalam penyatuan, dalam berkembangnya kedua saluaran muller dan dalam kanalisasi.
Uterus didelfis atau uterus duplek terjadi apabila kedua saluaran muller berkembang sendiri-sendiri tanpa penyatuan sedikitpun sehingga terdapat 2 saluran telur, 2 servik dan 2 vagina. 
Uterus subseptus terdiri atas 1 korpus uteri dengan septum yang tidak lengkap, 1 servik, 1 vagina cavum uteri kanan dan kiri terpisah secara tidak lengkap. Uterus arkuatus hanya mempunyai cekungan di fundus uteri, kelainan ini paling ringan dan sering dijumpai. Uterus bikornis unilateral rudimentarius terdiri atas 1 uterus dan disampingnya terdapat tanduk lain. Uterus unikornis terdiri atas 1 uterus, 1 servik yang berkembang dari satu saluran kanan dan kiri. Kelainan ini dapat menyebabkan abortus, kehamilan ektopik dan kelainan letak janin. 

Kelainan letak uterus
Anteversio uteri
Kelainan letak pada uterus ke depan dijumpai pada perut gantung. Perut gantung terdapat pada multipara karena melemahnya dinding perut, terutama multipara gemuk, hal ini menghalangi masuknya kepala ke dalam panggul, pembukaan tidak lancar. Dalam persalinan tidur telentang, setiap ada his fundus dorong ke atas.

Retrofleksio uteri
Kadang kadang menyebabkan kemandulan karena kedua tuba tertekuk. Uterus gravidus yang bertumbuh terus bisa terkurung dalam rongga panggul disebut retrofleksio uteri gravidi inkarserata. Nasib kehamilan pada retrofleksio uteri dapat koreksi spontan, abortus, koreksi tidak lengkap, inkrserasi

Prolap uteri
Turunya uterus dari tempat biasa disebut desensus uteri atau prolap uteri. Terbagi dalam 3 tingkat:
  1. Tingkat 1 bila servik belum keluar dari vulva
  2. Tingakt 2 bila servik sudah keluar vulva tapi corpus belum
  3. Tingkat 3 bila korpus uteri sudah berada di luar vulva 
Kehamilan dapat terjadi pada prolap tk 1 dan 2
Tumor uterus
Mioma uteri

Pengaruh mioma pada kehamilan dan persalinan
  1. Mengurangi kemungkinan hamil
  2. Kemungkinan abortus bertambah
  3. Kelainan letak janin dalam rahim
  4. Menghalangi jalan lahir
  5. Inersia uteri dan atonia uteri
  6. Sulit lepasnya plasenta
Pengaruh kehamilan dan persalinan pada mioma
  1. Tumor tumbuh lebih cepat akibat hipertensi dan edema terutama dalam bulan-bulan pertama, mungkin karena pengaruh hormonal.
  2. Tumor menjadi lebih lunak, dapat berubah bentuk dan mudah terjadi gangguan sirkulasi didalamnya. Tumor tampak merah disebut degenerasi merah atau tampak seperti daging disebut degenerasi daging
  3. Torsi pada mioma subserosum yang bertangkai. Torsi ini dapat menyebabkan nekrosis dengan gambaran akut abdomen.

Diagnosis.
Diagnosis mioma uteri dalam kehamilan biasanya tidak sulit, walaupun kadang kadang terjadi kesalahan. Kehamilan kembar, uterus didelfis, tumor ovarium dapat menyesatkan diagnosis.

Penanganan
Pada umumnya tidak dilakukan operasi untuk mengangkat mioma. Bila degenerasi merah maka diambil sikap koservatif dengan istirahat baring dan kontrol yang ketat. Bila mioma menghalangi jalan lahir harus dilakukan SC. Pengangkatan secepat-cepatnya setelah 3 bulan postpartum .

Karsinoma servisis uteri
Kangker leher rahim mempunyai pengaruh tidak baik terhadap kehamilan, persalinan dan nifas. Selain kemandulan, abortus, perdarahan, hambatan pertumbuhan janin. Apabila penyakit ini tidak diobati pada kira-kira 2/3 diantara penderita kehamilan dapat mencapai cukup bulan. Kematian janin dapat juga terjadi.
Pada trisemester I penderita harus segera diobati baik dengan penyinaran maupun operasi radikal. Pengaobatan dengan sinar rontgen sebanyak 2000 rad kepada pelvis menyebabkan hasil konsepsi mati dengan akibat abortus.
Pada trisemester II harus segera dilakukan histerotomi untuk mengosongkan rahim disusul dengan penyinaran dan operasi radikal. Trisemester III untuk kehamilan yang lebih 36 mg atau lebih segera melakukan seksio sesarea, bila kurang 36 minggu sedapat dapatnya ditunda sampai janin ditaksir 2500 gram. Penundaan 1 atau 2 minggu masih dianggap aman.
Karsinoma korporis uteri
Hampir tidak memungkinkan hamil. Oleh karena itu kombinasi tumor ini dengan kehamilan jarang. Terapi dalam kehamilan sama seperti yang tidak hamil yaitu histerektomi dengan atau tanpa penyinaran sebelum atau sesudahnya.

ADNEKSA
Tuba
Telah diketahui bersama bahwa patensi tuba mutlak untuk pembuahan. Kelainan pada tuba seperti peradangan atau tumor hampir tidak memungkinkan hamil. Apabila terjadi kehamilan juga akan menghasilkan kehamilan luar uterus, yang biasanya terganggu pada kehamilan muda.

Ovarium
Tumor ovarium baik kecil maupun besar, kistik atau padat, jinak atau ganas mempunyai arti obstetrik yang lebih penting daripada tumor tumor lain. Dalam kehamilan tumor ovarium jarang dijumpai, yang paling sering kista dermoid.
Komplikasi yang paling sering dan berbahaya adalah torsi yang menyebabkan nekrosis jaringan dan infeksi dengan gejala gejala sakit perut mendadak. Kista dapat pecah karena trauma dan pengakhiran persalinan. Pada masa nifas juga berbahaya karena pengecilan rahim memperbesar kemungkinan torsi.

Diagnosis
Sering tumor kecil diketahui apabila diperiksa secara bimanual dalam kehamilan muda. Tumor yang mengisi rongga panggul mudah dikenal dalam persalinan apabila dilakukan pemeriksaan dalam.

Penanganan
Dalam kehamilan tumor ovarium yang lebih besar telor angsa harus dikeluarkan karena:
  1. Kemungkinan keganasan
  2. Kemungkinan torsi
  3. Kemungkinan menimbulkan komplikasi obstetrik yang gawat
Triwulan pertama, pengangkatan tumor sebaiknya ditunda sampai 16 minggu. Operasi paling baik antara 16-20 mg. Operasi pada kehamilan muda dapat disusul oleh abortus apabila korpus luteum graviditatis yang menghasilkan prosgesteron ikut terangkat. Pada kehamilan lebih 16 minggu plasenta sudah terbentuk sehingga fungsi corpus luteum diambil alih plasenta dan produksi progesteron berlangsung terus, pada kehamilan > 20 mg teknik lebih sulit sehingga rangsangan mekanis pada uterus sulit dihindarkan sehingga dapat terjadi partus prematurus
Bila tumor diketahui pada kehamilan tua dan tidak menyebabkan penyulit obstetrik atau gejala gejala akut , atau tidak mencurigakan akan mengganas dapat ditunggu partus spontan. Operasi dapat dilakukan dalam masa nifas. Lain halnya dengan tumor yang dianggap ganas atau yang disertai gejala-gejala akut. Dalam hal ini operasi harus segera dilakukan tanpa menghiraukan usia kehamilan. 

PROLAPSUS UTERI
Prolapsus uteri adalah : Keadaan dimana turunnya uterus melalui hiatus genitalis yang disebabkan kelemahan ligamen-ligamen, fasia endopelvik danotot dasar panggul yang menyokong uterus.
Uterus dan vagina dipertahankan posisinya oleh :
1. Tonus otot uterus
2. Ligamen-ligamen yang memfiksasi uterus
  • Lig kardinale
  • Lig rotundum
  • Lig infundibulopelvikum
  • Lig sakrouterina
3. Fasia endopelvik
4. Otot-otot dasar panggul m levator ani

ETIOLOGI PROLAPSUS UTERI :
  1. Dasar panggul yang lemah, ok karena kerusakan dasar panggul pada persalinan yang terlampau sering dengan penyulit seperti ruptura perineum atau ok usia lanjut.
  2. Tarikan pada janin pada pembukaan yang belum lengkap.
  3. Ekspresi Crede yang berlebihan pada saat mengeluarkan plasenta.
  4. Asites, tumor-tumor di daerah pelvis, batuk yang kronis dan pengejan (obslipasi atau striktura pada traktus urinarius).
  5. Relinakulum uteri yang lemah (asteni atau kelainan congenital berupa kelemahan jaringan penyokong uterus yang sering pada nullipara.
PATOLOGI PROLAPSUS GENITALIS
  • Dengan adanya persalnan yang sulit, menyebabkan kelemahan pada ligamenium-ligamenium, fasia endopelvik, otot-otot dan fasia dasar panggul ok peningkatan tekanan intra abdominal dan faktor usia.
  • Karena servis uteri terletak diluar vagina akan menggeser celana dalam dan menjadi ulkus dekubiltus.
  • Dapat menjadi SISTOKEL karena kendornya fasia dinding depan vagina (mis : trauma obstetrik) sehingga vesika urinaria terdorong ke belakang dan dinding depan vagian terdorong ke belakang.
  • Dapat terjadi URETROKEL, karena uretra ikut dalam penurunan tersebut. Harus di DD/dengan Difertikulum Uretra, pada Difertikulum Uretra, uretra dan vesika urinaria normal saja, hanya di belakang uretra ada lobang yang menuju ke kantong antara uretra dan vagina.
  • Dapat terjadi REKTOKEL, karena kelemahan fasia di dinding belakang vagina, ok trauma obstetric atau lainnya, sehingga rekrum turun ke depan dan menyebabkan dinding vagina atas belakang menonjol ke depan.
  • Dapat terjadi ENTEROKEL, karena suatu hemia dari kavum dauglasi yang isinya usus halus atau sigmoid dan dinding vagina atas belakang menonjol ke depan.
  • Sistokel, uretrokel, rektokel, enterokel dan kolpokel disebut prolaps vagina.
  • Prolaps uteri sering diikuti prolaps vagina, tetapi prolaps vagina dapat berdiri sendiri.

KLASIFIKASI PROLAPSUS UTERI
Tingkat I : Uterus turun dengan serviks paling rendah dalam introitus vagina
Tingkat II : Uterus sebagian keluar dari vagina
Tingkat II :Uterus keluar seluruhnya dari vagina yang disertai dengan inversio 
vagina (PROSIDENSIA UTERI)

GEJALA KLINIS PROLAPSUS UTERI
Sangat individual dan berbeda-beda, kadang-kadang prolapsus uterinya cukup berat tapi keluhannya (-) dan sebaliknya. Prolapsus uteri dapat mendadak seperti nyeri, muntah, kolaps dll (jarang). Keluhan-keluhannnya adalah :
  1. Terasa ada yang mengganjal/menonjol digenitalia ekstema (vagina atau perasaan berat pada perut bagian bawah).
  2. Riwayat nyeri dipinggang dan panggul yang berkurang atau hilang dengan berbaring.
  3. Timbulnya gejala-gejala dari :
  • Sitokel : BAK sedikit-sedikit dan sering, tak puas dan stress inkontinensia (tak dapat menahan BAK) karena dinding belakang uretra tertarik, sehingga fungsi sfincter terganggu.
  • Rektokel : terjadi gangguan defikasi seperti obstipasi, karena faeces berkumpul di rongga rektokel.
  • Koitus terganggu, juga berjalan dan bekerja.
  • Leukorea, karena bendungan/kongesti daerah serviks.
  • Luka lecet pada portio karena geseran celana dalam.
  • Enterokel, menyebabkan rasa berat dan penuh pada daerah panggul.
  • Servisitis dapat menyebabkan infertility.
  • Menoragia karena bendungan.
KOMPLIKASI PROLAPSUS UTERI :
  1. Keratinisasi mukosa vagina dan portio uteri
  2. Dekubitus
  3. Hipertropi serviks uteri dan elongasioa koli
  4. Gangguan miksi dan stress inkontinensia
  5. Infeksi saluran kencing
  6. Infertilitas
  7. Gangguan partus
  8. Hemoroid
  9. Inkarserasi usus

PENANGANAN PROLAPSUS UTERI
  • Faktor-faktor yang harus diperhatikan 
  • Keadaan umum pasien umur,
  • Masih bersuami atau tidak, 
  • Tingkat prolapsus, beratnya keluhan,
  • Keinginan punya anak lagi dan ingin mempertahankan haid.
  • Penanganan dibagi atas :
I. PENCEGAHAN
Faktor-faktor yang mempermudah prolapsus uteri dan dengan anjuran :
  1. Istirahat yang cukup, hindari kerja yang berat dan melelahkan gizi cukup
  2. Pimpin yang benar waktu persalinan, seperti :
  • Tidak mengedan sebelum waktunya
  • Kala II jangan terlalu lama
  • Kandung kemih kosongkan)
  • Episiotomi agar dijahit dengan baik
  • Episiolomi jika ada indikasi
  • Bantu kala II dengan FE atau VE

II. PENGOBATAN
A. Pengobatan Tanpa Operasi
  1. Tidak memuaskan dan hanya bersifat sementara
  2. Pada prolapsus uteri ringan
  3. Ingin punya anak lagi
  4. Menolak untuk dioperasi
  5. Keadaan umum pasien tak mengizinkan untuk dioperasi
  6. Caranya :
  • Latihan otot dasar panggul
  • Stimulasi otot dasar panggul dengan alat listrik
  • Pemasangan pesarium
- Hanya bersifat paliatif, 
- Pesarium dari cincin plastik
- Prinsipnya : alat ini mengadakan tekanan pada dinding atas vagina sehingga uterus tak dapat turun melewati vagina bagian bawah.
- Biasanya dipakai pada keadaan :
  • Prolapsus uteri dengan kehamilan
  • Prolapsus uteri dalam masa nifas
  • Prolapsus uteri dengan dekubitus/ulkus
  • Prolapsus uteri yang tak mungkin dioperasi 
Mis : keadaan umum yang jelek

B. Pengobatan dengan Operasi
  1. Operasi Manchester/Manchester-Fothergill
  2. Histeraktomi vaginal
  3. Kolpoklelsis (operasi Neugebauer-La fort)
  4. Operasi-operasi lainnya :
Ventrofiksasi/hlsteropeksi 
Interposisi 
Jika Prolaps uteri terjadi pada wanita muda yang masih ingin mempertahankan fungsi reproduksinya cara yang terbaik adalah dengan :
  1. Pemasangan pesarium
  2. Ventrofiksasi (bila tak berhasil dengan pemasangan pesarium)


FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA AKSEPTOR KB



FORMAT PENGKAJIAN ASUHAN KEBIDANAN PADA KESEHATAN REPRODUKSI


ASUHAN KEBIDANAN PADA KESEHATAN REPRODUKSI
Myoma Uteri

NO. REGISTER : 10610077
MASUK TANGGAL,JAM : 20 Oktober 2011 jam 09.00
RAWAT DI RUANG : Poliklinik Kebidanan RS Sumedang


IDENTITAS
Nama Ibu : Anita Anggraeni
Umur : 30 tahun
Suku / bangsa : Sunda/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Karyawan Swasta
Alamat :





Nama Suami : Rudi Permana
Umur : 32 tahun
Suku / bangsa : Sunda/Indonesia

Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat :



DATA SUBJEKTIF
1. Kunjungan saat ini :

  • Kunjungan pertama
  • Kunjungan ulang
  • Keluhan
2. Riwayat Perkawinan
Kawin satu kali, kawin pertama umur 20 tahun, dengan suami sekarang 10 tahun


3. Riwayat Mensturasi
Menarce umur 12 tahun, siklus 28 hari, teratur, lamanya 6-7 hari, sifat darah : encer, bau khas, dismenorhoe : Ya , Banyaknya 70 Cc.
Hari pertama haid terakhir tanggal 30 september lamanya 7 hari, Haid sebelum tanggal 27 agustus Lamanya 6 Hari.

4. Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu
Riwayat kehamilan ,persalinan dan nifas yang lalu G1 P0 AB0



5. Riwayat kontrasepsi yang di gunakan




 6. Riwayat kesehatan

  • Penyakit yang pernah/ sedang di derita
  • Pasien mengatakan tidak pernah dan tidak sedang menderita penyakit berat seperti hipertensi, DM, jantung, TBC.
  • Penyakit yang pernah/ sedang di derita keluarga 
  • Pasien mengatakan dari keluarga tidak ada yang pernah dan tidak ada yang sedang menderita penyakit berat seperti, hipertensi, DM, Jantung, TBC dan keganasan
  • Riwayat penyakit ginekologi
  • Pasien mengatakan tidak pernah menderita penyakit ginekologi
7. Pola pemenuhan kebutuhan sehari-hari
a. Nutrisi
Makan
Frekuensi : 3 kali sehari
Macam : nasi,sayur, lauk
Jumlah : 1 porsi habis
Keluhan : tidak ada
Minum
Frekuensi : 6-8 kali sehari
Macam : air putih, air teh
Jumlah : 1 gelas habis
Keluhan : tidak ada

b. Eliminasi
BAK
Frekuensi : 5-6 kali sehari
Warna : Kuning jernih
Bau : Khas
Konsistensi : Encer
BAB
Frekuensi : 1 kali sehari
Warna : Kuning
Bau : Khas
Konsistensi : Lunak


c. Pola aktivitas
Kegiatan sehari-hari : sehari – hari pasien mengerjakan pekerjaan administrasi di kantor tempat bekerja dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga
Istirahat dan tidur : Siang tidak pernah, malam 7jam


d. Seksualitas
Frekuensi : 3 kali seminggu
Keluhan : merasa sakit bila melakukan hubungan seksual


e. Personal hygiene

  1. Kebiasaan mandi 2 kali/hari
  2. Kebiasaan membersihkan alat kelamin : Saat mandi, sehabis buang air kecil dan besar
  3. Kebiasaan mengganti pakaian dalam : Setiap habis mandi
8. Keadaan psiko social spiritual
a. Pengetahuan Ibu tentang gangguan / penyakit yang diderita saat ini.
b. Pengetahuan Ibu tentang kesehatan reproduksi
c. Dukungan suami / keluarga
Keluarga menyarankan pasien untuk berobat ke RS agar penyakitnya segera diatasi.
d. Ketaatan beriibadah
Pasien taat menjalankan shalat 5 ( lima ) waktu dan menutupi aurat.


 DATA OBJEKTIF
1. Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan umum baik, kesadaran composmenthis


b. Tanda Vital

Tekanan darah : 120/80 mmHg
Denyut Nadi : 84 kali permenit
Suhu tubuh : 36,5ºC
Pernafasan : 19 kali permenit


c. Tinggi Badan : 160 cm
Berat Badan : 55 kg


d. Kepala dan leher
Edema wajah : tidak ada
Mata : sclera putih, konjungtiva merah muda,
Mulut dan gigi : bibir merah muda, gigi utuh, tidak tampak caries
Leher : tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis


e. Payudara : tidak diperiksa
f. Ekstremitas atas
Edema : tidak ada
Varices : tidak ada
Reflek patella : tidak diperiksa


g. Abdomen : tidak diperiksa


h. Ekstremitas bawah
Edema : tidak ada
Varices : tidak ada
Reflek patella : tidak diperiksa


i. Genetalia luar :
Varices : tidak ada
Bekas luka : tidak ada
Pengeluaran : tidak ada
Anus :
Haemoroid : tidak ada


2. Pemeriksaan dalam / ginekologis

Inspekulo meliputi : keadaan serviks, keadaan dinding vagina.

3. Pemeriksaan penunjang
USG

ASSESMENT
1. Diagnose kebidanan
Ny Anita G1P1A0 usia 30 tahun, dengan myoma uteri
2. Masalah
Cemas / takut tidak bisa memiliki anak lagi
3. Kebutuhan
Pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan sekali
4. Diagnosa Potensial
Kanker dinding rahim
5. Masalah Potensial
Tidak bias memiliki anak lagi
6. Kebutuhan tindakan segera berdasarkan kondisi klien
a. Mandiri
KIE tentang kemungkinan penyebab myoma uteri
b. Kolaborasi
Kolaborasi dengan dokter obgyn untuk pemeriksaan laboratorium
c. Rujukan
Merujuk ke dokter obgyn

PLANNING, Tanggal 20 Oktober 2011 jam 09.20

  1. Memberitahu keadaan pasien bahwa di dalam rahimnya terdapat benjolan-benjolan di dalam dinding rahimnya. Pasien mengetahui kondisinya.
  2. Memberikan konseling tentang penyakit myoma uteri. Pasien mengerti mengenai penyakit myoma uteri
  3. Memberikan konseling tentang vulva hygene. Ibu mengerti dan akan melaksanakannya
  4. Memberitahu pasien untuk pemeriksaan lanjutan dan kunjungan ulang. Pasien mengerti dan akan menuruti apa yang telah dijelaskan.



Saturday, November 19, 2011

Persalinan Sungsang





PERSALINAN SUNGSANG


  • Kaji ulang kondisi. Yakinkan bahwa semua kondisi untuk persalinan aman pervaginam terpenuhi.
  • Berikan dukungan emosional.
  • Persiapan sebelum tindakan : untuk pasien,penolong (operator dan asisten) kelahiran bayi.pasang infus.
  • Pencegahan infeksi sebelum tindakan.
  • Lakukan semua prosedur dengan halus.


Bokong sempurna (fleksi) atau bokong dengan ekstensi kaki (Frank Brrech)
Melahirkan Bokong dan Kaki

  • Jika bokong telah mencapai vagina dan pembukaan lengkap, suruh ibu mnengedan bersamaan dengan his.
  • Jika perineum sangat kaku, lakukan episiotomi.
  • Biarkan bokong sampai scapula kelihatan.
  • Pegang bokong hati-hati, jangan lakukan penarikan.
  • Jika kaki tidak lahir spontan, lahirkan satu kaki dengan jalan :
  1. Tekan belakang lutut
  2. Genggam tumit dan lahirkan kaki
  3. Ulangi untuk melahirkan kaki yang lain
  4. Pegang pinggul bayi tetapi jangan tarik, dan lahirkan lengan dengan teknik Bracht.


Melahirkan Lengan
Lengan berada di dada bayi
  • Biarkan lengan spontan satu demi satu. Jika perlu berikan bantuan.
  • Jika lengan pertama lahir, angkat bokong kea rah perut ibu agar kedua lahir spontan.
  • Jika lengan tidak lahir spontan, tempatkan 1 atau 2 jari di siku bayi dan tekan., agar tangan turun melewati muka.


Lengan lurus ke atas kepala atau terjungkit dibelakang kepala
Gunakan perasat / cara Lovset

Badan bayi tidak dapat diputar
Jika badan bayi tidak dapat diputar, lahirkan bahu belakang/posterior lebih dulu dengan jalan :

  • Pegang pergelangan kaki dan angkat keatas.
  • Lahirkan bahu belakang.
  • Lahirkan lengan dan tangan
  • Pegang pergelangan kaki dan tarik kebawah.
  • Lahirkan bahu dan lengan depan.


Melahirkan Kepala
Melahirkan kepala dengan cara Mauriceau Smeilie Veit

  • Masukkan tangan kiri penolong kedalam vagina.
  • Letakkan badan bayi diatas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah menunggang kuda (untuk penolong kidal letakkkan bayi diatas tangan kanan).
  • Letakkan jari telunjuk dan jari manis pada maksila bayi dan jari tengah di mulut bayi.
  • Tangan kanan memegang / mencengkeram tengkuk bahu bayi, dan jari tengah mendorong oksipital sehingga kepala menjadi fleksi.
  • Dengan koordinasi tangan kiri dan kanan secara hati-hati tariklah kepala dengan gerakan memutar sesuai dengan jalan lahir.

Catatan : Minta seorang asisten menekan atas tulang pubis ibu sewaktu melahirkan kepala.
Angkat badan bayi (posisi menunggang kuda) keatas untuk melahirkan mulut, hidung dan seluruh kepala.

Kepala Yang Menyusul

  • Kosongkan kandung kemih.
  • Pastikan pembukaan lengkap.
  • Bungkus bayi dengan kain dan minta asisten memegangnya
  • Pasang cunam biparietal dan lahirkan kepala dalam keadaan fleksi.
  • Jika cunam tidak ada, tekan supraismfisis agar kepala fleksi lahir.


Bokong Kaki (Footling Breech)
Janin dengan presentasi bokong kaki, sebaiknya dilahirkan dengan seksio sesarea.

Ekstraksi Bokong
Dikerjakan pada presentasi bokong murni dan bokong sudah turun didasar panggul, kalla II tidak maju, atau keadaan janin/ibu yang mengharuskan bayi segera lahir.

Perawatan Pasca Persalinan

Sumber : BukuPanduan Praktis Pelayanan Kebidanan Kesehatan Maternal dan
Neonatal

MITRA YOUTUBE 300 x 250

Popular Post