script src='http://connect.facebook.net/en_US/all.js#xfbml=1'/>

Membaca dan Menulis Puisi

Indikator :
  • Membaca puisi dengan memperhatikan lafal, tenakan, dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi
  • Menentukan puisi
  • Mengembangkan ide dalam bentuk puisi dengan memperhatikan pilihan kata dan majas yang sesuai
  • Mengembangkan ide dalam bentuk puisi dengan memperhatikan pilihan kata dan majas yang sesuai

Membacakan puisi dapat menjadi sebuah penampilan menarik seperti halnya mnari dan menyanyi. Pembaca puisi akan tampil dengan menarik jika ia memahami isi puisi yang dibacakan, memiliki lafal yang jelas dalam membaca teks, menguasai ola tekanan dan intonasi pembacaan teks puisi, dan ekspresi serta gerak – gerak pernyata yang sesuai dengan isi puisi. Dalam bagian ini kalian akan berlatih membaca puisi dengan penuh penghayatan, kemudian, kalian pu akan berlatih membuat puisi.

Kegiatan Awal
A. Menghayati Puisi Sebelum Dibacakan
Puisi sudah menadi media yang umum bagi siapa saja untukmengungkapkan perasaannya. Puisi bias menjado sarana untuk mengekspresikan perasaan cinta, perasaan galau, perasaan takut, perasaan gembira, perasaan takjub, pemberontakan diri, dan sebagainya. Bgai pembaca, puisi juga dapat menjadi media menentramkan diri, rekreasi, atau pemberontakan diri.
Bacalah teks puisi berikut, kemudian kerjakan pelatihan yang menyertai teks !

BUKU TAMU MUSEUM PERJUANGAN
(Karya Taufiq Ismail)

Pada tahun keenam
Setelah di kota kami dirikan
Sebuah museum perjuangan
Datanglah seorang lelaki setengah baya
Berkunjung dari luar kota

Bertahun – tahun aku rindu
Untuk berkunjung kemari
Dari tempatku jauh seklai
Bukan sekedar mengenang kembali
Hari tembak – menembak dan malam penyergapan

Di daerah ini
Bukan sekedar menatap lukisan – lukisan
Dan potret para pahlawan
Mengusap – ngusap karaben tua
Baby mortar buatan sendiri
Atau menghitung – hitung satyalencana
Dan selalu mempercakapkannya

Alangkah sukarnya bagiku
Dari tempatku kini, yang begitu jauh
Untuk dating jasad berbasah – basah
Dalamgerimis bulan November
Dating sore ini, menghayati museum yang lengang

Sendiri
Menghidupkan diriku kembali
Dalam pikiran – pikiran waktu gerilya
Di waktu kebebasan adalah imian keabadian
Dan belum terpikir oleh kita masalah kebendaan
Penggelapan dan salah guna pengatasnamaan

Begituah aku berjalan pelan pelan Begitulah aku berjalan pelan-pelan
Dalam musium ini yang lengang
Dari lemari kaca tempat naskah-naskah berharga
Kesangkutan ikat-ikat kepala, sangkur-sangkur

Berbendera
Maket pertempuran
Dan penyergapan di jalan
Kuraba mitraliur Jepang, dari baja hitam
Jajaran bisu pestol Bulldog, pestol Colt

PENGOEMOEMAN REPOEBLIK yang mulai berdebu
Gambar lasykar yang kurus-kurus
Dan kuberi tabik khidmat dan diam
Pada gambar Pak Dirman
Mendekati tangga turun, aku menoleh kembali
Ke ruangan yang sepi dan dalam
Jendela musium dipukul angin dan hujan
Kain pintu dan tingkap bergetaran
Di pucuk-pucuk cemara halaman
Tahun demi tahun mengalir pelan-pelan

Deru konvoi menjalari lembah
Regu di bukit atas, menahan nafas

Di depan tugu dalam musium ini
Menjelang pintu keluar ke tingkat bawah
Aku berdiri dan menatap nama-nama
Dipahat di sana dalam keping-keping alumina
Mereka yang telah tewas
Dalam perang kemerdekaan
Dan setinggi pundak jendela
Kubaca namaku disana.....

GUGUR DALAM PENCEGATAN TAHUN EMPAT PULUH DELAPAN
Demikian cerita kakek penjaga
Tentang pengunjung lelaki setengah baya
Berkemeja dril lusuh, dari luar kota
Matanya memandang jauh, tubuh amat kurusnya
Datang ke musium perjuangan
Pada suatu sore yang sepi
Ketika hujan rinai tetes-tetes di jendela
Dan angin mengibarkan tirai serta pucuk-pucuk cemara
Lelaki itu menulis kesannya di buku-tamu
Buku tahun-keenam, halaman seratus-delapan
Dan sebelum dia pergi
Menyalami dulu kakek Aki
Dengan tangannya yang dingin aneh
Setelah ke tugu nama-nama dia menoleh
Lalu keluarlah dia, agak terseret berjalan
Ke tengah gerimis di pekarangan
Tetapi sebelum ke pagar halaman
Lelaki itu tiba-tiba menghilang



B. Menjelaskan Tema Puisi
Tema adalah gagasan pikiran yang secara implicit disampaikan oleh penyair. Sebuah tema diketengahkan dengan maksud untuk mengingat pembaca atau pihak – pihak tertentu tentang suatu masalah. Penyair secara tidak langsung berkeinginan untuk ikut, misalnya memperbaiki keadaan, mengingatkan adanya ancaman, menyadarkan ancaman, menyadarkan orang lain akan adanya suatu kekeliruan, dan mengingatkan akan lenyapnya sebuah harapan jika suatu kekeliruan terus dilakukan.

Bentuklah kelompok diskusi dengan anggota 4 – 6 orang ! selanjutnya isilah kolom kolom berikut untuk menyimpulkan tema yang dikemukakan penyair !



C. Membutuhkan Tanda – Tanda Pembacaan Pada Teks Puisi
Pembacaan puisi dapat dipersiapkan dengan membutuhkan tanda – tanda pembacaan terlebih dahulu. Tanda – tanda pembacaan berfungsi sebagai rambu – rambu pola intonasi, nada, tempo, dan irama pembacaan. Rambu – rambu tersebut, misalnya seerti di bawah ini !



BALADA IBU YANG DIBUNUH
Karya: W.S.Rendra

Ibu musang di lindung pohon tua meliang
Bayinya dua ditinggla mati lakinya.


Bualan sabit terkait malam memberita datangnya

Waktu makan bayi-bayinya mungil sayang.

Matanya berkata pamitan, bertolaklah ia
Dirasukinya dusun-dusun, semak-semak, taruhan harian atas nyawa.

Burung kolik menyanyikan berita panas dendam warga desa
Menggetari ujung bulu-bulunya tapi dikibaskannya juga.

Membubung juga nyanyi kolik sampai mati tiba-tiba
Oleh lengking pekik yang lebih menggigitkan pucuk-pucuk daun
Tertangkap musang betina dibunuh esok harinya.

Tiada pulang ia yang mesti rampas rejeki hariannya
Ibu yang baik, matinya baik, pada bangkainya gugur pula dedaun tua.

Tiada tahu akan meraplah kolik meratap juga
Dan bayi-bayinya bertanya akan bunda pada angin tenggara

Lalu satu ketika di pohon tua meliang
Matilah anak-anak musang, mati dua-duanya.

Dan jalannya semua peristiwa
Tanpa dukungan satu dosa, tanpa.


D. Memberikan tanggapan Lisan terhadap Kisah dalam Puisi itu Terdengar
Setelah kalian dengarkan pembacaan puisi di atasm begitulahkelak menjadi enam kelompok, selanjutnya, berikanlah tanggapan terhadap rangkaian kisah dalam puisi di atas, mengguanakan berbagai sudut padang. Gunakanlah sebuah sudut pandang untuk setiap kelompok! Laporan hasil diskusi kelomok dalam kelas!



Comments
0 Comments

0 komentar on Membaca dan Menulis Puisi :

Post a Comment

Teriakasih sudah memberikan komentar yang baik di blog ini.
Jangan lupa berkunjung kembali dan tinggalkan komentarnya lagi ya !!!!